MRT Jakarta dan Transjakarta Rencanakan Integrasi Stasiun dan Halte di Lima Titik

Hadir menjadi narasumber diskusi Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta”, Direktur Utama, William Sabandar dan Direktur Konstruksi, Silvia Halim dan Gubernur DKI Jakarta di area beranda peron (concourse) Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (21/11).

BeritaPengadaan.com – Jakarta (05/12). Divisi Corporate Secretary  PT MRT Jakarta  menyelenggarakan agenda rutin Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta” yang dihadiri oleh sekitar 50-an jurnalis baik dari media cetak maupun daring.

Hadir menjadi narasumber diskusi Direktur Utama, William Sabandar dan Direktur Konstruksi, Silvia Halim dan Gubernur DKI Jakarta di area beranda peron (concourse) Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (21/11).

Pada kesempatan diskusi tersebut, William Sabandar menyampaikan MRT Jakarta dan BRT Jakarta telah menandatangani Nota Kesepahaman yang ruang lingkupnya mencakup penyiapan skema dan model bentuk kemitraan kerja sama yang idel untuk integrasi transportasi; menyiapkan konsep perancangan area interkoneksi gedung sekitar halte atau stasiun; penataan arus penumpang dan pejalan kaki dari dan menuju stasiun/halte.

William juga menunjukkan gambar terkait rencana integrasi MRT Jakarta dan BRT Transjakarta di Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Blok M, Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

Dari kedalaman sekitar 10 meter tersebut, William dan Silvia bergantian memaparkan perkembangan terbaru fase 1, persiapan fase 2, dan sejumlah informasi lainnya seperti rencana integrasi dengan BRT Transjakarta dan persiapan menjelang operasi komersial Maret 2019 mendatang.

Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta dihadiri oleh sekitar 50-an jurnalis baik dari media cetak maupun daring.

“Hingga 25 November lalu, perkembangan konstruksi sipil dan arsitektural fase I telah mencapai 97,52 persen, dengan rincian jalur layang 96,90 persen dan jalur bawah tanah 98,15 persen. Saat ini kita sedang berada di area beranda peron (concourse) Stasiun Dukuh Atas yang menjadi salah satu Kawasan Berorientasi Transit (KBT) atau Transit Oriented Development(TOD) dan tempat bertemunya moda transportasi massal seperti MRT Jakarta, LRT, kereta bandara, BRT Transjakarta, dan kereta commuter line, ”ujar William sembari menunjukkan paparan tentang pengembangan rencana induk kawasan berorientasi transit Dukuh Atas.

Silvia Halim menjelaskan tentang lokasi lift atau elevator akan tersedia di setiap stasiun, ada di setiap permukaan jalan ke area beranda peron (concourse) lalu dari situ, tersedia juga lift menuju area peron.

Penumpukan pengemudi ojek daring di luar stasiun, kami indetifikasi area untuk drop off point, dan kita juga kerja sama dengan operator masing-masing ojek daring tersebut, Misalnya pengaturan melalui applikasi. Sedangkan untuk mengantisipasi bila ada penumpang atau pengemudi yang tidak tertib, ada petugas keamanan yang akan mengatur ketertiban di area sekitar pintu masuk, ”ujar Silvia.

Tak lupa dalam paparannya, William juga menyinggung tentang pelatihan layanan ramah disabilitas kepada setiap manajer dan staf stasiun.(BP/Achin)

(Sumber: https://www.jakartamrt.co.id/)

Editor : Achin